oleh Dhie Dhut pada 17 Desember 2009 jam 22:30
dalam diam disudut ruangan yg kecil
mengarah pada satu titik dimana angin hanya bisa berhembus sampai dstu
berfikir sesaat...seandainya hanya sebatas ini ruang gerakku
akan kah aq menjadi seorang yg berguna
bukan untuk saat ini melainkan diperputaran poros bumi
berjalan hanya beberapa langkah
terhenti hanya sampai disudut mati
haaaahhh......apakah hanya sebatas ini yang sudah kulakukan
sementara luasan bumi yang msh bisa diputari
makna bkn cerita
kegagalan bukan akhir segalanya
kesuksesan bukan kemenangan untuk selamanya
aq dsni bukan menunggu mati walaupun akhirnya akan berhenti
berdiri disini didepan cermin udara yg tak terlihat oleh mata
menembus pandangan beriak di dunia nyata
ditengah keramaian yg tak terkalahlan oleh sang surya dan cahaya rembulan
hanya tiga waktu yg kita lalui (kemaren,hari ini dan esok)
terbayang wajah pertiwi ku ini, menangis didalam perjalanan hari-hari
buat dia tersenyum walaupun hanya di ujung pipi
semoga damailah jiwa2 yang terserak
agar cerah bumi ku ini di ufuk pagi
menghadapi dua sisi dunia yg datang silih berganti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar