Minggu, 19 September 2010

dua sisi

oleh Dhie Dhut pada 17 Desember 2009 jam 22:30


dalam diam disudut ruangan yg kecil
mengarah pada satu titik dimana angin hanya bisa berhembus sampai dstu
berfikir sesaat...seandainya hanya sebatas ini ruang gerakku
akan kah aq menjadi seorang yg berguna
bukan untuk saat ini melainkan diperputaran poros bumi

berjalan hanya beberapa langkah
terhenti hanya sampai disudut mati
haaaahhh......apakah hanya sebatas ini yang sudah kulakukan
sementara luasan bumi yang msh bisa diputari

makna bkn cerita
kegagalan bukan akhir segalanya
kesuksesan bukan kemenangan untuk selamanya
aq dsni bukan menunggu mati walaupun akhirnya akan berhenti

berdiri disini didepan cermin udara yg tak terlihat oleh mata
menembus pandangan beriak di dunia nyata
ditengah keramaian yg tak terkalahlan oleh sang surya dan cahaya rembulan
hanya tiga waktu yg kita lalui (kemaren,hari ini dan esok)
terbayang wajah pertiwi ku ini, menangis didalam perjalanan hari-hari
buat dia tersenyum walaupun hanya di ujung pipi
semoga damailah jiwa2 yang terserak 
agar cerah bumi ku ini di ufuk pagi
menghadapi dua sisi dunia yg datang silih berganti

bullshity

oleh Dhie Dhut pada 06 April 2010 jam 11:49


Begitu hebatnya cinta yang aku rasakan padamu
Sampai aku tak lagi bisa bedakan antara hitam dan putih
Aku mencintaimu dengan segenap keabu-abuan yang ada di dunia

........dimana cuma ada aku, kamu dan semuanya yang tak hitam, apa lagi putih
Tak ada bayang-bayang, apalagi sinar mentari

Cintaku cinta yang narsis, yang kalau disalah artikan bisa terasa najis
.............padahal manis, sedikit egois, lebih banyak romantis.
Lagi-lagi cintaku terasa narsis, aku sadari itu
Karena aku sendiri jatuh cinta pada diriku
Yang menemukan setengah hatiku padamu
.......yang selamanya tak akan pernah habis rasa itu…

menghapus jejak

oleh Dhie Dhut pada 06 April 2010 jam 12:52


biarkan aku menghapus jejakmu
karena jejakmu skrg berbau
ntah apa yg kau injak didepan rumah ku

relakan aku berjalan sendiri
tanpa kau dampingi lagi
karena jalan depan rumah ku sudah diperbaiki

apa yang kau tangisi hari ini
bukan kah sudah ku katakan dari tadi
apapun ceritanya kau takkan bisa kembali lagi
jadi terima saja nasib mu ini

andaikan dunia dapat ku putar kembali 
begitu hebatnya aku didunia ini
atau kubiarkan jam diniding ku habis baterai dan mati
pasti takkan terjadi semua ini
yang membuat kau ingin mati
tapi kurelakan kalau itu keinginan hati
jadi tak ada beban ku buat menjalani hidup ini lagi

hati yang tak bersudut di ujung lima menara yg hanya tinggal 5cm

oleh Dhie Dhut pada 09 Juni 2010 jam 22:26


aku yg saat ini ada dalam fikiran ku
ingin membuka kembali lembaran - lembaran yg ada pada dirimu
hati yang tak bersudut di ujung lima menara yg hanya tinggal 5cm 
tapi aku tak mampu buat menyentuhmu kembali

rasa yang memuncak ingin mengeluarkan kata-kata
membuat aku tak mampu berteriak
di puncak lima menara yg hanya tinggal 5cm yang tak mampu ku jangkau
walaupun telah aku berikan keikhlasan ini 
kenyataannya hanya sia-sia

cahaya yg dulu begitu bersinar kini telah redup
seiring dengan kemunafikan yang terpancar
diujung hati yang tak bersudut begitu naif terlihat