Minggu, 23 Januari 2011

Mata Pena

terlalu angkuh mungkin mata ku untuk menitikkan air melalui bola mata
tapi bendungan ini tak mampu menahan
sayap ku telah patah
hatiku telah luka

tak mampu mempertahankan pilar diantara dua atap
teriakan hati tak mampu meredam suara gaduh
terpancar amarah dengan suara parau


Aku disini bukan untuk dibodohi
juga bukan untuk membodohi


mulai kususun reruntuhan hati yang terserak didalam hayal
hanya sekedar untuk mampu menatap sosok didepan ku
merasa tak berguna
bodoh,tolol,tak berarti


hanya mampu menepuk angin dengan sebelah tangan
berdiri dengan satu kaki
saat ini hanya mampu mengitari angka nol yang tak berhujung
dan sampai saat ini masih terbentur dipusaran hati


diam..bungkam...membisu
hanya itu yang aku punya
sudut tak berbentuk
ujung yang tak ku capai
mata pena yang mengukir cerita
dan menunggu takdir untuk menyapa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar